Pemuda dan Krisis Seperempat Abad


Pemuda dan Krisis Seperempat Abad

Raudhotul Azizah1

Email: raudhotulazizah3@gmail.com

 

Fenomena krisis seperempat abad dalam kata lain disebut Quarter life crisis menjadi sebuah istilah psikologi yang terjadi ketika seseorang yang sedang membuat pilihan hidupnya. Dan menjadi salah satu peristiwa yang muncul pada masa peralihan antara remaja menuju dewasa. Quarter life crisis yaitu fase dimana krisis emosional terjadi, merupakan sebuah perasaan khawatir dalam diri seseorang disebabkan oleh ketidakpastian kehidupan yang mendatang. Perasaan khawatir tersebut seputar hubungan relasi, karier/pekerjaan dan kehidupan sosial yang terjadi terhadap mereka di usia sekitar 18-30 tahun (Fischer dalam Habibie,Syakarofath dan Anwar, 2019).

Kekhawatir yang terus dipikirkan oleh para pemuda baik generasi millenial ataupun Gen-Z yang sering bergumam dengan diri mereka sendiri seperti “Oh ini bukan passion gue banget, salah ambil jurusan deh kayaknya gue, hidup gue kedepannya bakal gimana ya kayak abu-abu gitu terus mau mulai tapi takut kalau gini terus bakal jadi apa?”

Kegemangan yang seperti itu tidak hanya terjadi pada satu atau dua orang saja bahkan menurut riset yang dilakukan oleh Martuis dan Bahri (2016) yang mengatakan bahwa 66,16% milenial menunjukkan rasa kurang percaya diri untuk menghadapi masa depan. Sebagai Pemuda yang menjadi penentu masa depan bangsa dan juga menjadi tulang punggung Negara dimana pemuda akan menjadi seorang pemimpin bangsa sehingga jika pemuda itu baik maka masa depan pun akan baik dan juga sebaliknya.

Dimasa peralihan menuju dewasa memang menjadi sebuah pengembangan diri dimana kombinasi antara memahami diri mereka sendiri dan dunia orang lain yang diintegrasikan untuk membuat perencanaan dalam hidup. Pengaruh keluarga, teman dan lingkungan sekitar sangat penting, pemuda yang kurang matang akan mudah terperangkap dan didikan orangtua yang dimana menghalangi otonomi mereka akan menjadikan mereka seseorang yang memiliki karakter keras dan timbul adanya permusuhan.

Upaya yang dilakukan dalam menghadapi situasi seperti ini yaitu dengan belajar memahami potensi diri, membangun hubungan yang baik dan sehat dengan orang sekitar, mempunyai support system sebagai teman diskusi dalam mengahadapi setiap permasalahan, selalu memotivasi diri untuk selalu berproses dalam mempersiapkan masa depan dan yang tidak kalah penting selalu melibatkan Allah SWT dalam segala urusan.


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

pengertian pramuka